Selamat datang dan terima kasih :D

we see thigs as we are, not as they are

Kamis, 03 September 2009

Cerpen

PAYUNG BIRU

Setiap hujan turun mengguyur kota Bandung, Nila selalu dan selalu menunggunya di bawah pohon paling besar yang ada di taman kota dekat sekolahnya karena Nila percaya anak cowok itu akan kembali lagi.
Selama 9 tahun ia terus menunggu seorang cowok yang menjadi kenangan paling berharga dalam hidupnya dan menjadi cinta pertama Nila yang berusia 8 tahun. Cowok itu memberikan payung birunya kepada Nila yang menangis kedinginan yang kehujanan di bawah pohon itu.. Sampai sekarang Nila masih menyukainya walaupun ia tak mengenal cowok yang menolongnya itu, yang ia tahu senyumnya seperti matahari dan…payung birunya.




****
Teetttttttttt…………..Tettttttttttttt…...
Yeaahh! Akhirnya pulang juga, kebetulan sekali hujan turun lagi. Ya Tuhan semoga hari inih dia kembali, Amin. Itulah do’a Nila yang selalu ia ucapkan ketika hujan turun. “La, hari inih kamu bawa payung biru lagi yah? Beruntung banget ya kamu…”, Tanya Lisa sahabat Nila.
Hah?”.Nila bingung apa yang dimaksud Lisa dengan beruntung. Tapi kemudian ia tahu mengapa Lisa berkata demikian. Lisa itu nggak suka hujan, dia lebih suka nunggu di sekolah kalo hujan walau pakai payung. “ Lis, pakai payungku aja nihh. Aku kuat kok kalo harus hujan – hujanan. Masa kamu selalu menunggu hujan reda, baru pulang. Kan sekali – kali kamu harus ngrasain pulang cepet kalo hujan. Seru deh”, kata Nila.
Gak usahlah…Aku nggak papa kok. Biasanya Nihko nemenihn aku di sinih jadinya aku nggak bakal sendirian”, tolak Lisa.
Gak papa, pakai aja. Siapa tau hujannya sampai sore belum juga reda. Gak lucu kan kamu harus nunggu sampai malam?”
Mmm..bener nihh?” Tanya Lisa tak menolak.
Nila mengangguk lalu menaruh payung birunya di meja. “Lis, duluan ya..Daahhh”, kata Nila berpamitan sambil melangkah pergi.
****
Biasanya kalo lagi hujan koridor sekolah masih ramai tapi hari inih sepi. Sepanjang koridor Nila menyanyi Tik tik bunyi hujan, tiba pada bagian ‘airnya keluar tidak terkira’, Nila terkekeh. Dalam benaknya terbayang sosok Nihndhi yang airnya siap keluar kapanpun dari mulut. Lama – lama Nila tertawa semakin keras. Hingga ia harus jalan membungkuk karena perutnya jadi sakit tapi tawanya belum berhenti. Tepat di persimpangan, saat Nila akan membelok ia menabrak seseorang yang membuatnya jatuh terpelanting.
Aduh! Hi…hi…hi..sakit”, kata Nila kesakitan sambil tertawa.
Yang menabrak Nila adalah Nihko – cowok Lisa sekaligus cowok terpopuler di sekolah – yang diam saja melihat Nila jatuh, malah temen Nihko, Randy yang membnatu Nila berdiri. “Kamu nggak papa?” Tanya Randy.
Eh? Hi..hi..hi..nggak papa kok. Makasih…”, jawab Nila masih tertawa. Nila diam sebentar berusaha menahan tawanya, tapi tak bisa.
Eh, lo kesakitan apa malah kesenangan?”, Tanya teman Nihko satu lagi, Azam.
Ha…Ha…ya sakitlah masa gue jatuh seneng hi..hi..bego lo!Hi..hi..”, jawab Nila.
Iiih…Masa si? Kok lo ketawa. Wah jangan – jangan nih cewek gila lagi. Amit - amit deh cantik – cantik gila. Sayang banget”, kata Azam.
Eh bisa aja tuh Zam, nih cewek kan yang sering bawa payung biru? Nggak musim kemarau pa hujan nggak ke pasar nggak ke sekolah di bawa terus. Kemana aja deh..”, kata Sian.
Yang bener?”,Tanya Azam tak percaya.
Huh apaan si kalian! Eh Lo harusnya minta maaf kek ma gue malah diem aja”, kata Nila menunjuk Nihko. Tawanya berhasil ia hentikan setelah mati – matian menahanya.
Gue? Lo sendiri kenapa nggak liat jalan. Jadi itu salah lo sendiri jadi ngapain gue minta maaf”, kata Nihko membela diri.
Lha, lo kan nggak jatuh yang jatuh kan gue berarti lo yang nabrak paling keras jadi lo yang minta maaf. Mumpung gue masih di sinih nihh. Soalnya mm…besok gue sibuk banget. Ada rapat dengan Barack Obama. So, sekarang aja!”kata Nila mulai narsis.
Semua mengangkat alis tak terkecuali burung – burung yang lagi nangkring di pohon dan melihat Nila dari atas sampai bawah. Dan satu pertanyaan yang terpikir oleh mereka semua ‘Nih cewek gila beneran ya?’. Semua menihnggalkan Nila sendirian yang lagi sibuk melihat tangannya sendiri berulang kali padahal di sana nggak ada jam nggak ada gelang nggak ada apapun. Gayanya…Ya ampun sok sibuk banget.
Yang dilakukan Nila setelah liat tangan mesti mrrem sambil mengetuk - ngetukkan sepatunya ke lantai terus berulang kali. Tapi setelah menunggu, tak ada permintaan maaf , Nila membuka matanya dan… “Lho pada kemana nihh? Kok ilang semua? Huh pada nggak tau diuntung ya, dah ditungguin calon Miss World eh kok pada kabur. Sialan!”, kata Nila sambil melangkah pergi dengan wajah merengut. Tapi sedetik kemudian tawanya keluar lagi. Wah apa bener Nila gila ya???
****
Nila menunggu sendirian dan kehujanan, sudah satu jam ia menunggu. Kedinginan, kesepian telah jadi temannya sejak ia pertama kali menunggu anak cowok itu.
Nihh pake. Ngapain kamu hujan- hujanan? Kayak anak kecil aja”, kata Nihko yang sudah berdiri di depan Nila yang berjongkok gemetaran.
Nila ternganga tak percaya. “Hah? Lo? Ng-ngapain lo di sinih?”
Nggak, kebetulan aja lewat. Kalo nggak bawa payung, lebih baik lo tunggu aja di sekolah. Kan di sana ada Lisa, sahabat lo kan? Nihh cepet pakai payung gue!.”
Payung biru inih…”, Nila terdiam dan teringat dengan peristiwa masa kecilnya ketika seorang anak laki – laki meminjamkan payung birunya kepada Nila yang sekarang menjadi orang yang paling ditunggu – tunggu Nila. Kejadian sekarang hampir sama dengan waktu dulu. Nila mengamati payung biru Nihko. Persis, apakah Nihko adalah … Ah nggak mungkin! Kalo iya apakah Nihko punya senyum seperti matahari? Berbagai pertanyaan muncul di benak Nila. Nila sendiri sering melihat Nihko di bawah pohon besar itu.
Kenapa kok diam?Nihh…cepet, kelamaan nanti lo sakit. Pulang sana, lagian di sinih lo nggak ngapa – ngapain kan? Cuma jongkok doang dan kedinginan. Udah nihh pake”, kata Nihko meletakkan payungnya di tangan Nila. Setelah itu Nihko pergi menihnggalkan Nila.
Setelah menjauh beberapa meter, Nihko bergumam sendiri. Ternyata bukan dia.
****
Nila berangkat lebih pagi dari biasanya, payung biru ada di tangannya. Hari inih Nila akan mengembalikan payung biru cowok itu. Nila menghampiri Nihko yang sedang ngobrol dengan teman – temanya di kelas dan meletakkan payung biru itu di meja cowok itu duduk seraya berkata, “Mm..inih payungnya. Terimakasih banyak ya..”
Nihko menoleh. “Oohh.. biasa aja kali. Gak usah terimakasih”.
Wah inih kan cewek aneh kemaren? Kayaknya hari inih udah waras deh. Eh Nihk, kok lo bisa minjemin payung lo? Kapan? Baek banget lo..” tanya Azam.
Dari dulu kale Nihko baeeekkk. Paling kemaren kebetulan Nihko liat nih cewek lagi kehujanan. Nihko kan orangnya nggak tegaan. Walau nih cowok jarang senyum dia baek kok”, kata Sian membela Nihko.
Lisa masuk kelas Nihko dengan muka geram dan langsung menampar pipi Nila. Plakk! Semua diam termasuk jam dinding yang dari kemaren dah diam duluan soalnya dari kemaren dah mati, coba matinya sekarang pasti diamnya kompakan sama yang lain.
Lisa!”, bentak Nihko.
Lisa tak menggubris teriakan Nihko ia tetap menghadap Nila. “Inih payung lo! Payung biru jelek lo inih, hanya sebagai alasan lo aja kan buat narik perhatian Nihko? Biar Nihko kasihan ma lo!”.
Lisa terus marah – marah pada Nila, Nila yang nggak kuat dihina Lisa akhirnya memilih berlari keluar sambil menangis. Padahal Nila dibantu Nihko, sudah menjelaskan yang sebenarnya tapi Lisa tidak mau mendengarrnya. Sayup – sayup masih terdengar Lisa yang marah – marah dan Nihko yang berusaha menenangkan Lisa.
***
Nila duduk di tempat biasa sambil menangis. Sahabatnya menghinanya hanya karena salah paham. Hujan tiba – tiba turun menyatu dengan air mata Nila.
Hei kenapa nangis lo? Lo kan nggak salah apa – apa jadi ngapain ndengerin omongan Lisa. Gue nggak nyangka cewek itu lo”.
Nila mendongak. Akhirnya dia kembali! Senyum itu senyuman matahari milik anak cowok itu. Dia kembali! Bukan, dia bukan anak cowok itu tapi dia Nihko. Tapi apakah Nihko adalah anak cowok itu?
Kenapa? La, apa lo sering kesinih itu karena nunggu gue?”, Tanya Nihko.
Bukan! Gue nggak nunggu lo !Gue nunggu cowok kecil gue!Mm… apa lo dia?”
Payung biru inih sama kayak payung biru lo dan…”,Nihko tersenyum menunjukkan senyuman seperti matahari.
Ah benar anak itu adalah Nihko! Ternyata dia kembali. Horee!! Terimakasih Tuhan, kata Nila dalam hati. “Gue percaya lo bakal balik dan gue nggak nyangka cowok itu lo, Nihko.”
***
Sampai sore mereka asyik ngobrol. Hujan sudah reda.
Emm..La, lo anaknya asyik juga. Pertama ketemu lo, gaya lo itu loh bikin gue ilfill”
Yahhh…emang gue kadang suka gitu. Rasanya seru aja kalo narsis, bikin obrolan nggak garing. Tapi kemaren itu beneran, gue nih calon Miss World…Fauna 2010”, kata Nila.
Kalo itu gue baru setuju! Ha..ha..Gak salah lagi, lo emang cocok banget deh. Gue dukung! Gue pernah denger dari Lisa kalo lo suka ma anak cowok yang waktu itu ngasih payung ke lo, itu bener La?”.
. Nila mengangguk, kemudian ia berkata, “Tapi setelah gue tau cowok itu adalah lo, gue nggak mau punya perasaan suka lagi ke lo karena gue nggak mau ngrebut lo dari Lisa.”
Nihko dan Nila diam. Rintik hujan mulai turun. Dua payung biru terkembang. “Sebenarnya gue benci hujan. Gue nggak pernah hujan – hujanan, gue selalu bawa payung biru inih tapi kemaren nggak tau kenapa gue mau minjemin payung biru gue ke lo. Padahal nggak ada yang pernah gue pinjemin. Dan gue pacaran sama Lisa karena cewek itu juga benci ma hujan. Hujan bisa bikin sakit dan matahari adalah sahabat.”, kata Nihko.
Menurut gue lo nggak seharusnya benci ma hujan. Dan yang perlu lo tahu, matahari juga bisa bikin sakit tapi payung bisa nglindungin kita dari hujan ataupun panas, so payung adalah sahabat dan payung biru inih adalah sahabat gue. Ah udahlah. Pulang yuk.”, ajak Nila.
Mereka berdua pulang. Setelah Nila naik bus, Nihko meraih Handphonenya.
****
Di dalam bus Nila menerima telepon dari Nihko.
Lo bener payung adalah sahabat dan nggak seharusnya gue benci hujan. La, gue sayang sama lo, mau nggak lo jadi cewek gue?”, kata Nihko diseberang sana.
Ciiittt……Brakkk……
Orang – orang di bus Nila semua ribut membicarakan bunyi kecelakaan yang sangat keras itu. Nila kembali melanjutkan obrolannya dengan Nihko. “ Halo Nihk, sorry tadi ada ribut – ribut katanya si ada kecelakaan gitu”. Tapi tak ada tanggapan dari Nihko. Diam. “Halo? Nihk…Nihk..lo masih di sana?! Halo Nihk?!”,Tanya Nila panihk karena tak ada jawaban.
Oh halo La, sorry gue tadi kaget ada kecelakaan”, kata Nihko menjawab.
Ohhh…gitu. Kasihan ya orang yang ketabrak. Katanya dari jalan depan halte taman kamu liat Nihk? Siapa yang kecelakaan?”
Hmm…tadi ada cowok SMA yang lagi nyebrang sambil nelpon nggak liat jalan. Nggak perlu kasihan itu salah dia sendiri.. Oh ya kamu mau jadi cewekku? Gue dah mutusin Lisa sebelum gue ngejar lo. Lo bener soal yang tadi. Maka dari itu gue suka lo yang udah ngasih nasihat yang sangat gue butuhkan dan sahabat payung biru gue akan jadi teman hidup gue”.
Nila diam kemudian ia berkata, “Gue…gue… mau jadi cewek lo.. ”
Nihl, gue mau ngasih satu nasihat, ketika lo sendirian, kesepian, kehujanan dan ketika lo sedih, liat ke atas ke payung biru, disitu ada warna biru kayak langit biru yang cerah walau lagi hujan. Jadi lo harus tetap ceria dan tegar…Gue nglepasin lo buat cari payung biru yang lain yang mampu njaga lo seumur hidup. Selamat tinggal Nila…cewek payung biruku..”
Halo Nihk…Maksud lo apa?”, Tanya Nila bingung tapi telepon diseberang sudah tertutup. Nila turun dari bus. Hujan masih turun, ia mengeluarkan payung birunya tapi ketika payung biru itu terkembang, angin menerbangkan payung biru itu. Nila berusaha mengejar tapi payung biru itu tak terjangkau seperti terbang ke langit. Hp Nila bergetar, ada sms dari Lisa.
Nila, gue sangat menyesal.
Maafin gue. Gue turut
berduka atas menihnggalnya Nihko.
Apa?! Nihko menihnggal?! Apa kecelakaan tadi itu… Oh Tuhan..Jadi, tadi itu Nihko dah nggak ada?
Nila syok dengan kenyataan inih. Nila teringat dengan pesan terakhir Nihko. Tapi payung birunya sudah tak ada. Bagaimana aku bisa melihat langit cerah itu? Apa maksudmu untuk mencari payung biru lain? Seperti ada yang menggerakkan kepala cewek itu, Nila melihat ke atas. Warna Biru. Nila melihat ke arah orang yang memegang payung biru itu. Randy. Apakah inih payung biru yang dimaksud dan yang dipilih lo buat menggantikan lo? Gue bakal ingat lo dan payung biru lo selamanya, kata Nila dalam hati. Inilah babak baru hidupnya bersama payung birunya yang baru.
Mm....bagus g??Ksh saran dan kritiknya atau comment kamu yaw...thanks

2 komentar: